Senin, 23 November 2009

Ratatouille*



Saya sedang suka memasak. Memang masih mood-mood-an, karena terakhir saya masak sepertinya lebih dari sebulan yang lalu. Tepatnya ketika bulan puasa. Nah, beberapa hari terakhir ini saya terdorong untuk melakukannya lagi. Sebabnya? Karena abis menonton "Ala Chef"-nya Farah Quinn di TransTV akhir pekan lalu.

Nah, alasan lebih kuat lagi adalah karena hemat di kantong. Sejauh ini, 3 hari saya cuma menghabiskan Rp 10.000 saja, dan makan cukup layak. Setidaknya menurut kacamata saya: kebutuhan sayur dan protein terpenuhi dari bahan makanan yang saya beli dengan nilai uang tadi. Yup, wortel, kacang panjang, kol, tempe, tahu dan bumbu-bumbunya bisa saya dapatkan dengan murah. Untunglah saya bisa tahan untuk tidak makan nasi.

Balik lagi ke tentang memasak. Saya memang bukan ahli masak. Makanya hasil masakan saya masih belum pede untuk saya share pada orang lain. Saya mengklaimnya menggunakan kalimat, "Untuk konsumsi pribadi saja." Meski kadang teman kontrakan juga ikut mencicipi. Tapi dari reaksi mereka ketika makan, saya yakin itu bukan reaksi puas. Salah seorang teman saya kemarin mempunyai istilah: apapun masakan Zaki, rasanya gitu-gitu aja. Bagi saya sendiri tentu tak puas juga mendapati reaksi seperti itu. Saya jadi tertantang untuk bikin masakan dengan rasa yang lebih layak.

Nah, solusi yang paling mudah adalah mengimplementasikan peribahasa "malu bertanya sesat di jalan". Jadi saya banyak bertanya sebelum memasak. Bertanya pada orang yang lebih mahir, agar rasa masakan saya tak memalukan. Syukurlah kemajuan teknologi mempermudah saya untuk mengakses orang-orang yang lebih mahir itu. Kadang lewat sms ke ibu, atau YM-ing teman-teman. Bahkan tadi sore saya mendapat resep lengkap bikin capcay lewat Twitter. Yah, saya jelas masih butuh bantuan dalam memasak. Saya masih sangat butuh "Ratatouille".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar