
Nah kan, benar-benar euphoria. Hampir dua bulan saya tidak mengisi blog ini. Malah ini menjadi postingan pertama saya di tahun 2010.
Talking about euphoria, tulisan ini adalah lanjutan kegilaan saya pada Taylor Swift, he he (sudah pernah saya ungkapkan dalam tulisan
Taylor* sebelumnya).

Yup, si gadis manis, the Country Music Princess mewarnai hari-hari saya. Catat: hari-hari dicela oleh teman-teman kantor.
Contoh: seorang teman kantor kini sering meneriaki saya (dari kubikalnya) dengan: "You belong with meeeeeee", kalau saya ketahuan lagi memutar lagu-lagu Taylor Swift dari laptop. Ada lagi, ketika saya tak sengaja menyenandungkan lirik lagu si Taylor, teman di meja belakang saya sontak berujar kencang (super, sampai sekantor bisa mendengarnya), "Mending jadi penyanyiaja, ga usah jadi PR." Muka saya merah padam, karena orang sekantor mentertawai saya.

Ah, tak apa. Saya akui saya memang suka. Wajah cantik dengan mata bak kucing, rambut pirang keemasan - curly, dengan perawakan langsing nan tinggi dan merangsang decak kagum. Lebih dari itu, prestasinya di dunia musik lebih memukau lagi. Itu membuat saya terpesona.

Ssst ... saking sukanya saya, kini di meja saya mulai ramai dengan muka si Taylor Swift. Kalau ada majalah remaja yang bercover dara ini, saya akan minta, untuk saya pajang di dinding kubikal. Bahkan ada juga yang dari potongan koran. Malu? Awalnya sih. Kini, saya tak peduli.



Yeah, Taylor Swift memang sudah mengebor hati saya.