
No no no ... I'm way too far from that title.
But, to be honest, I'm proudly present myself as a Karaoke Fling.
Because I think me and karaoke have an intimate relationship. Ha ha.
Hampir satu setengah tahun lalu saya menulis tentang kesukaan saya menyanyi (selengkapnya di sini), dan ternyata saya semakin tak bisa lepas dari kegemaran ini. Yah, sedikit lebih pe-de untuk melakukannya, bahkan kalau mengisi kolom "hobi" atau "kegiatan mengisi waktu luang" pada formulir melamar kerja atau blangko apapun, saya berani untuk menuliskan "menyanyi" di dalamnya.
And I take the bigger steps about it.
Yup, saya mulai berani untuk menyanyi di depan umum sekarang. Bukan hanya di rumah, bukan hanya di kamar mandi, bukan di bilik karaoke!!!
Bukan, bukan terus ikut ajang kompetisi dsb sih, atau malah berniat menjadi penyanyi profesional. Hanya menguji kemampuan diri. Itu niatnya. Dan, bagi saya pribadi, berani melakukan itu merangsang keberanian saya di bidang lain. Termasuk pekerjaan. Membuat saya lebih berani mendorong diri untuk melampaui "batasan" yang selama ini saya kira menjadi tepian kemampuan saya.
Saya memulainya dengan menyanyi di ajang pernikahan teman saya. Pertama kali, ketika ... tamu sudah mulai sepi. Masih takut ditimpuk fla puding. He he. Masa berlalu. Akhirnya mulai ga peduli dengan pendapat orang. Kalau pengen nyanyi di kawinan, maju terus pantang mundur. Meski banyak tamu.
Kemudian, diberi kesempatan oleh teman yang mempunyai bisnis kirim-ucapan-lagu-secara-langsung. Saya menyanyi lagu Ne-Yo "So Sick" dengan iringan gitar saja di depan klien pemesan jasa. Seneng banget ketika melihat yang dikirimi lagu itu menangis haru. Yah, saya tahu dia menangis bukan karena suara saya, hi hi. Tetapi itu cukup menguatkan semangat melagu saya.
Lalu, seorang teman lain memberi kesempatan juga. Saya menyanyi di ... pusat perbelanjaan. Dan beberapa kali. What a prestation (:p). Terus ... dibayar pula. Ah, senangnya. Senang juga mendapati pengunjung mal menoleh ... atau bahkan cukup melirik saja ketika saya menyanyi. Pernah juga mendapati pengunjung yang mengarahkan ponselnya pada saya. Dikira artis baru kali, (atau malah mengira, anggota baru Teamlo) whuahaha. Senang!
Saya ingat sekali betapa buruknya senandung yang keluar dari mulut saya. Ada lho kaset rekaman yang membuktikannya. Ha ha. Juga banyak teman yang menjadi saksi betapa "mengganggu"-nya suara saya di kuping mereka. Dan sekarang, saya gembira, setidaknya mereka tidak menyuruh diam ketika saya bernyanyi, he he.


